Risalah Kebijakan: Analisis Hasil Debat Capres-Cawapres Indonesia 2024

Penulis: Ida Mahvitasari & Shofie Azzahrah Editor: Muhammad Dhiya Ulhaq

Anies Baswedan juga membahas beberapa kasus hukum, pertama kasus  Ibu Mega Suryani Dewi yang meninggal sebagai korban kekerasan oleh suaminya sendiri karena masalah ekonomi di Cikarang Barat, Bekasi, Jawa Barat (Camelia, 2023). Kedua, kasus meninggalnya Harun Al-Rasyid sebagai pendukung Prabowo di Pilpres 2019 yang menuntut keadilan dalam peristiwa kerusuhan yang terjadi tanggal 21-22 Mei 2019 di Sarinah. Harun ditembak oleh penembak misterius dari jarak sekitar 11 meter dan tidak ada kejelasan sampai saat ini (Darmawan & Nugroho, 2023). Oleh karena itu, hukum harus dikembalikan ke marwahnya yang menempatkan hukum pada kondisi paling tinggi. Dalam negara kekuasaan, hukum diatur oleh penguasa dan kita tidak menginginkan ini terjadi.

Prabowo Subianto sebagai calon presiden Indonesia 2024 membuka debat dengan menyatakan bahwa hukum, HAM, perbaikan pelayanan pemerintahan, pemberantasan korupsi, perlindungan terhadap semua kelompok masyarakat sebagai suatu hal yang penting sehingga ditempatkan sebagai isu prioritas. Di tengah dunia yang penuh ketidakpastian dan terjadi perang, Indonesia masih aman, damai, terkendali. Oleh karena itu, Prabowo Subianto menekankan bahwa kepemimpinan dan manajemen negara yang berhasil sehingga perlu untuk disyukuri meskipun banyak kekurangan. Prabowo Subianto menyatakan komitmennya bersama Gibran Rakabuming Raka untuk memperbaiki apa yang perlu diperbaiki, menegakkan apa yang perlu ditegakkan, serta bertekad untuk memberantas korupsi sampai ke akar-akarnya dengan nilai persatuan dan kesatuan.

Ganjar Pranowo sebagai calon presiden Indonesia 2024 membuka debat dengan menyatakan bahwa telah melakukan perjalanan dari Sabang-Merauke untuk mendengarkan langsung apa yang dirasakan oleh rakyat sehingga harapan itu ada dan masuk dalam pikiran pemimpin. Ganjar menceritakan kisah perjalanannya di Merauke yang lebih fokus pada isu ketimpangan. Pertama, Ganjar menemui pendeta bernama Leo yang harus membantu ibu melahirkan belajar dari youtube karena tidak ada tenaga kesehatan. Kasus kedua yaitu guru yang ada di Aceh dengan fasilitas pendidikan belum memadai serta tunjangan yang belum mencukupi. Oleh karena itu, Ganjar Pranowo menekankan sistem kerja sat set. Kasus ketiga di NTT yang mengalami ketimpangan pada akses pekerjaan dan internet. Kasus keempat di NTB terkait penyandang disabilitas.

Silahkan unduh policy brief

https://bit.ly/DebatCa-CawaPres

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.