Perbankan Syariah Pasca Spin-Off BTN Syariah

Perbankan syariah nasional per 18 November 2025 secara resmi memiliki pemain baru, yaitu BSN (Bank Syariah Nasional), seiring BTN secara resmi melakukan spin-off BTN Syariah menjadi Bank Umum Syariah (BUS). Langkah spin-off Unit Usaha Syariah (UUS) BTN menjadi BUS, yang diawali dengan aksi BTN mengakuisisi Bank Victoria Syariah, adalah positif untuk mendorong keseriusan pelaku pasar dalam mengembangkan industri perbankan syariah.

Momentum spin-off UUS BTN semestinya berkontribusi untuk pencapaian dua agenda terbesar industri perbankan syariah nasional saat ini, yaitu meningkatkan market share industri dan mendorong iklim persaingan usaha yang lebih sehat. Hingga kini market share perbankan syariah masih sangat rendah, di kisaran 7,44 persen per Agustus 2025. Di saat yang sama, iklim persaingan usaha adalah tidak sehat dimana industri kini sangat didominasi satu pemain yaitu BSI, dengan pangsa hingga lebih dari 40 persen. Sayangnya, momentum spin-off BTN Syariah ini gagal dioptimalkan, baik untuk meningkatkan market share industri maupun mendorong persaingan usaha yang lebih sehat.

Hal ini berawal dari kegagalan rencana awal BTN untuk mengakuisisi Bank Muamalat dan kemudian beralih mengakuisisi Bank Victoria Syariah sebagai cangkang untuk BTN Syariah pasca spin-off. Dengan menggabungkan BTN Syariah dan Bank Victoria Syariah, maka market share industri nyaris tidak terdampak, secara sederhana karena keduanya sejak awal adalah entitas bank syariah. Maka kelahiran BSN sebagai hasil penggabungan Bank Victoria Syariah dan BTN Syariah dipastikan tidak akan banyak memberi dampak market share industri yang terkini pada Agustus 2025 ada di kisaran 7,44 persen.

You may also like...

Popular Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.